Sebanyak 127 Ribu Warga Muaro Jambi Masuk Desil 1 – 4, Dinsos Perketat Validasi Bansos

GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI – Tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Muaro Jambi menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah.

Sebanyak 127.551 jiwa tercatat berada dalam kelompok desil 1 hingga 4, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah.

Data tersebut terdiri atas 27.466 jiwa pada desil satu, 32.849 jiwa desil dua, 32.175 jiwa desil tiga, dan 35.061 jiwa desil empat.

Sebaran ini memperlihatkan bahwa persoalan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan penanganan berkelanjutan, mulai dari ketepatan bantuan sosial hingga penguatan ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muaro Jambi, Rossa Candra Budy, menegaskan pentingnya memastikan data kesejahteraan benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan.

Menurutnya, verifikasi dan validasi menjadi tahapan penting agar kebijakan perlindungan sosial dapat menjangkau warga sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

“Pengecekan dan validasi data sangat penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kami harus melihat kondisi penerima secara langsung, sehingga data yang digunakan benar-benar sesuai dengan keadaan masyarakat di lapangan,” katanya.

Rossa mengatakan, pengelompokan desil merupakan salah satu acuan untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat. Namun, posisi dalam desil tertentu tidak otomatis menentukan seseorang berhak menerima bantuan sosial tertentu. Penetapan penerima tetap harus mengacu pada kriteria dan ketentuan program yang berlaku.

Karena itu, pembaruan data menjadi kebutuhan penting, terutama ketika kondisi sosial ekonomi warga mengalami perubahan.

Warga yang sebelumnya membutuhkan bantuan bisa saja mengalami peningkatan ekonomi. Sebaliknya, keluarga yang semula relatif mampu dapat menghadapi penurunan pendapatan akibat kehilangan pekerjaan, perubahan kondisi usaha, atau persoalan ekonomi lainnya.

“Misalnya, ada penerima yang sudah meninggal dunia, pindah domisili, atau kondisi ekonominya sudah berubah. Hal-hal seperti ini harus diverifikasi dan diperbarui, supaya bantuan bisa diberikan kepada masyarakat yang memang masih membutuhkan,” sampainya.

Baca Juga :  Hari Kedua Lebaran Warga Desa Senaung Ziarah Kubur

Rossa menilai, persoalan kesejahteraan tidak hanya dialami masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Ada pula warga yang sudah bekerja, tetapi penghasilannya belum memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Bantuan sosial memang dibutuhkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, upaya penanggulangan kemiskinan juga harus dibarengi pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, dan kesempatan kerja agar masyarakat bisa lebih mandiri,” tandasnya. (Jun)

 

Komentar