GERBANGINFORMASI.COM, JAMBI – Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipimpin Menteri Kehutanan RI di Daops Manggala Agni Jambi, Jalan Lingkar Barat I No. 338, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Selasa (25/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah bersama dalam memperkuat penanganan Karhutla di Provinsi Jambi, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Kegiatan dihadiri Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI Mayjen TNI Budi Irawan, S.I.P., M.Si., Danrem 042 Gapu Jambi Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., Kajati Jambi Sugeng Hariadi, S.H., M.H., Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol. Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H., Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., serta unsur terkait lainnya.
Dalam rakor tersebut, Menteri Kehutanan RI menekankan bahwa Provinsi Jambi merupakan salah satu dari enam provinsi prioritas dalam penanganan Karhutla. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan sulit dipadamkan apabila tidak segera ditangani.
Penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, dukungan water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penguatan patroli dan pemadaman dini. Pemerintah pusat juga menyatakan kesiapan memberikan tambahan personel, helikopter, peralatan pemadaman maupun masker sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain penanganan, aspek penegakan hukum turut menjadi perhatian. Ditreskrimsus Polda Jambi menyampaikan terdapat tujuh laporan polisi dengan delapan tersangka dalam perkara Karhutla. Proses hukum terus berjalan dan dikoordinasikan dengan Kejaksaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muaro Jambi menyampaikan bahwa terdapat delapan kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi yang rawan Karhutla. Setiap laporan maupun informasi mengenai titik api akan segera ditindaklanjuti dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
Pemkab Muaro Jambi juga telah mendistribusikan sekitar 35.000 masker kepada masyarakat dan menyiagakan Puskesmas sebagai langkah antisipasi terhadap dampak Karhutla, khususnya gangguan kesehatan akibat asap.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah menegaskan kesiapan jajaran Polres Muaro Jambi untuk terus bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Kecepatan informasi, respons di lapangan dan sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” tegas Kapolres.
Melalui rakor tersebut, seluruh stakeholder sepakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi dan mengedepankan upaya pencegahan, sehingga potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin. (*)











Komentar