Muaro Jambi Terima Rp 10 Miliar Dana Banpres Karhutla, Rp 8,9 Miliar untuk BPBD

GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI – Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, mendapat alokasi dana bantuan presiden (Banpres) sebesar Rp 10 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari total bantuan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mendapatkan alokasi sebesar Rp 8,9 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pengadaan berbagai sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan karhutla.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Muaro Jambi, Faturrahman, mengatakan, sejumlah peralatan yang akan diadakan meliputi mobil tangki air, motor trail, mobil double cabin, tandon air, embung portabel, drone, alat pelindung diri (APD), hingga mesin air beserta perlengkapannya.

“Kalau di BPBD, sarpras semua. Di antaranya mobil tangki air, motor trail, mobil double cabin, tandon air, embung portable, drone, APD, serta mesin air dengan perlengkapannya,” ujar Faturrahman.

Pengadaan peralatan tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapan dan kemampuan operasional petugas dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Muaro Jambi.

Adapun total dana Banpres karhutla sebesar Rp 125 miliar dialokasikan kepada sembilan pemerintah daerah di Provinsi Jambi. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni Rp 85 miliar pada tahap pertama dan Rp 40 miliar pada tahap kedua.

Kabupaten Muaro Jambi menerima alokasi Rp 10 miliar pada tahap kedua.

Berdasarkan data hingga Oktober, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi tercatat mencapai 635 hektar.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap kualitas udara. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut sempat berada pada kategori sangat tidak sehat.

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga memengaruhi sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian masyarakat.

Penanganan karhutla di Muaro Jambi melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, regu pemadam kebakaran perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).

Baca Juga :  Ulang Tahun Muaro Jambi Ke 24, Sekretariat Dewan Sediakan Stand UMKM

Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS), dalam sambutannya pada rapat paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Muaro Jambi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memperoleh dukungan dana darurat sebesar Rp 10 miliar dari pemerintah pusat.

Menurut BBS, dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat mitigasi dan penanganan karhutla, serta membantu masyarakat yang terdampak.

Sebanyak 89 persen dari dana tersebut difokuskan untuk pengadaan sarana dan prasarana penanganan karhutla. Sementara 11 persen lainnya dialokasikan untuk mendukung sektor kesehatan masyarakat terdampak.

BBS berharap alokasi bantuan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kemampuan operasional petugas, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, BBS juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah membantu penanganan karhutla di Kabupaten Muaro Jambi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Bapak Presiden, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Bapak Gubernur Jambi, serta Danrem dan Kapolda atas sinergi dan dukungan penuh dalam menangani bencana karhutla ini,” ujar BBS. (Jun)

Komentar