Akibat Karhutla dan Kemarau, Kasus ISPA di Muaro Jambi Mendominasi 

GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta musim kemarau mulai membebani kesehatan masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam kurun waktu 10 Agustus hingga 1 September 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mencatat 1.506 kasus penyakit yang terpantau di 23 puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, mengatakan penyakit yang muncul selama periode tersebut didominasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), disusul diare dan conjunctivitis atau radang pada selaput mata.

“Dari hasil pemantauan surveilans kesehatan di 23 puskesmas, tercatat 1.506 kasus penyakit. ISPA masih menjadi kasus yang paling dominan,” katanya.

Aang menyampaikan, dari total kasus itu, sebanyak 1.319 kasus merupakan ISPA, atau sekitar 87,6 persen. Kemudian 159 kasus diare atau 10,6 persen, serta 28 kasus conjunctivitis atau 1,9 persen.

Kasus tersebut, kata dia,tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Muaro Jambi. Namun, terdapat lima puskesmas dengan jumlah kasus paling tinggi.

Puskesmas Tanjung mencatat 287 kasus atau 19,1 persen dari total kasus. Berikutnya Puskesmas Sengeti dengan 125 kasus atau 8,3 persen, Kebon IX sebanyak 117 kasus atau 7,8 persen, Petaling 114 kasus atau 7,6 persen, dan Penyengat Olak sebanyak 81 kasus atau 5,4 persen.

“Kasus ini tersebar di masing-masing puskesmas. Kami terus melakukan pemantauan melalui surveilans kesehatan untuk melihat perkembangan penyakit yang berkaitan dengan kondisi kemarau dan karhutla,” ujar Aang.

Aang menyebutkan, jika dilihat khusus berdasarkan jenis penyakit, konsentrasi kasus ISPA juga terlihat di sejumlah wilayah. Lima puskesmas dengan kasus ISPA tertinggi adalah Kebon IX, Sengeti, Petaling, Muara Kumpeh, dan Sungai Bahar VII.

Kelima puskesmas tersebut mencatat 533 kasus ISPA, atau sekitar 48,4 persen dari keseluruhan kasus ISPA yang ditemukan selama periode pemantauan.

Baca Juga :  Bupati Terpilih BBS - JUN Mahir Ikuti Gladi Bersih Pelantikan Serentak Kepala Daerah di Monas Jakarta

Selain ISPA, Dinas Kesehatan juga mencatat kasus diare dan conjunctivitis. Meski jumlahnya jauh lebih kecil dibanding ISPA, kata Aang, kedua penyakit tersebut tetap masuk dalam pemantauan dampak kesehatan selama periode karhutla dan kemarau.

“Masyarakat kami imbau untuk mengurangi paparan asap, menjaga kondisi tubuh, dan segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pada saluran pernapasan,” tandasnya. (Jun)

Komentar