Masuk Tahap Tender, Jembatan Air Hitam Segera Dibangun Permanen

GERBANGINFORMASI.COM, MUARO JAMBI – Harapan masyarakat Dusun Air Hitam, Desa Kebon IX (Sembilan) Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, untuk mendapatkan akses jembatan yang aman akan segera terwujud.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan Jembatan Air Hitam yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah akan dibangun kembali secara permanen pada Tahun Anggaran 2026.

Untuk pembangunan tersebut, Pemkab Muaro Jambi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,67 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi, Anjar Prabowo, mengatakan pembangunan Jembatan Air Hitam saat ini telah memasuki tahapan pengadaan. Proses pemilihan penyedia atau tender sedang berlangsung dan telah memasuki tahap sanggah.

“Pembangunan jembatan ini sudah masuk proses pengadaan. Jadi bukan lagi sebatas rencana. Saat ini proses tender masih berjalan dan sudah berada pada tahap sanggah. Setelah seluruh tahapan selesai, kita lanjutkan dengan persiapan kontrak dan pekerjaan fisik,” kata Anjar, Jumat (14/8) kemarin.

Menurut Anjar, setelah masa sanggah berakhir, proses pemilihan penyedia akan dituntaskan sebelum dilanjutkan dengan persiapan dan penandatanganan kontrak. Setelah kontrak selesai, pekerjaan fisik pembangunan jembatan dapat segera dimulai.

Anjar menegaskan, pemerintah daerah memahami pentingnya keberadaan Jembatan Air Hitam bagi masyarakat. Jembatan tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, kondisi jembatan yang mengalami kerusakan membuat aspek keselamatan pengguna menjadi perhatian utama pemerintah.

“Kami memahami masyarakat sangat membutuhkan akses ini. Karena itu, kami terus mendorong agar seluruh proses berjalan lancar dan pekerjaan bisa segera dilaksanakan setelah tahapan pengadaan selesai,” ujarnya.

Sembari menunggu pembangunan dimulai, Anjar meminta masyarakat tetap bersabar dan berhati-hati ketika melintasi jembatan.

Baca Juga :  Curi Mesin Pompa Air, Pemulung Ini Terpaksa Berurusan Dengan Polisi.

Ia mengimbau warga tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi jembatan tidak memungkinkan, terutama kendaraan yang membawa muatan berat.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan melintas apabila kondisi tidak memungkinkan, terutama kendaraan dengan beban berat,” katanya.

Menurut dia, kendaraan dengan muatan berat menjadi perhatian karena dapat memberikan tambahan beban terhadap struktur jembatan yang saat ini sudah mengalami kerusakan.

Pembatasan terhadap kendaraan tertentu, lanjut Anjar, dilakukan semata-mata untuk mengurangi risiko dan menjaga keselamatan masyarakat.

Pemkab Muaro Jambi juga mengajak masyarakat turut menjaga kondisi jembatan selama masih digunakan sebelum pembangunan permanen dimulai.

Jika ditemukan bagian jembatan yang mengalami kerusakan lebih parah atau berpotensi membahayakan pengguna, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa maupun pihak terkait.

“Kalau ada bagian jembatan yang kondisinya semakin membahayakan, segera informasikan kepada pemerintah desa atau pihak terkait. Jangan dibiarkan, karena keselamatan masyarakat menjadi yang utama,” ujar Anjar.

Dengan anggaran Rp3,67 miliar yang telah dialokasikan dan proses tender yang sedang berjalan, pemerintah daerah berharap pembangunan Jembatan Air Hitam dapat segera memasuki tahap pekerjaan fisik.

Anjar memastikan pembangunan jembatan tersebut telah menjadi bagian dari program pembangunan Pemkab Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Penanganan jembatan sudah masuk dalam program pembangunan Tahun Anggaran 2026. Kita berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga pembangunan permanen bisa segera dilaksanakan dan nantinya masyarakat mendapatkan akses yang lebih aman dan nyaman,” tandasnya. (Jun)

 

Komentar