Petani Menjerit, Ketua DPRD Muaro Jambi Minta Pemerintah Pusat Naikkan Harga TBS.

Muaro Jambi5 Dilihat

 

Gi.com, Muaro Jambi – Rendahnya harga jual buah sawit
saat ini membuat para petani sawit yang ada di Kabupaten Muaro Jambi menjerit.

Salah satunya adalah petani sawit
yang berada di Kecamatan Bahar Grup, yang mayoritasnnya mengandalkan dari hasil
perkebunan kelapa sawit.

Guna mengetahui kesulitan
masyarakat akibat dampak dari rendahnya harga beli TBS tersebut, Ketua DPRD Muaro
Jambi Yuli Setia Bakti langsung duduk bersama masyarakat bahar dan melakukan
pertemuan dengan Forum Kades dan BPD Se-kecamatan Bahar Grup.

Dalam pertemuan tersebut Forum
kepala Desa dan BPD Kecamatan sungai Bahar menyampaikan tentang harga TBS dikalangan
petani masih dibawa standar, meski ada kenaikan harga dari sebelumnya yaitu
dari Rp 500 menjadi 800, namun harga tersebut masih belum sesuai dengan biaya
yang dikeluarkan petani untuk produksi mulai dari biaya perawatan hingga biaya
panen.

Menanggapi hal itu, Yuli Setia
Bakti ketua DPRD kabupaten Muaro Jambi menyebut, dirinya menampung aspirasi
dari para petani sawit sungai Bahar, dan akan memperjuangkan hingga harga sawit
dikalangan petani bisa kembali membaik sesuai harapan petani.

“Kalau normalnya harga
sesuai dengan biaya produksi petani yaitu Rp 2000 atau Rp 2500 per kilogram
nya, sehingga petani bisa mencukupi biaya produksi dan kebutuhan rumah
tangga” sebutnya.

Yuli Setia Bakti meminta kepada Pemerintah
Pusat untuk segera mengambil kebijakan terkait harga sawit ditingkat petani
ini, mengingat 60 persen masyarakat Kabupaten Muaro Jambi mengandalkan ekonomi
dari kelapa sawit, terutama di kecamatan Bahar Grup.

“Tentunya kami berterima
kasih dengan pemerintah sudah menaikkan harga saat ini, namun harga saat ini
masih belum sesuai, saya meminta kepada pemerintah pusat agar harga sawit ditingkat
petani bisa lebih membaik, dan ini akan kita perjuangkan bersama” Tegasnya.
(Jar)

Baca Juga :  Dewan Muaro Jambi Gelar hearing Bersama KPU Muaro Jambi

Komentar